Pribadi Vs Rahasia ? (part one)


Well..apa jawaban kalian untuk pertanyaan ku ini?? ..seperti kasus video mesum mirip ariel-cut tari beredar..sesuatu yang harusnya koleksi pribadi yang benar-benar rahasia..terkuak!! wahh bisa nangis bombay…tapi sisi yang ingin saya kupas adalah bila kasus rumah tangga cut-tari dan suaminya…(pasangan)

1st yang perlu dipikirkan adalah kita mampu membedakan antara rahasia dan pribadi. Hal ini bukanlah hal yang sepele atau perbedaan yang sama sekali tidak penting. Justru kita dituntut untuk bijak memilih kisah masa lalu sebagai sesuatu hal yang pribadi atau rahasia..sebaliknya kita juga harus belajar menjadi seorang kesatria dengan belajar menerima dan mengetahui hal-hal yang harus kita ketahui dan tidak kita ketahui.

Menurut Dr. Laura Schlessinger untuk hal-hal yang bersifat pribadi dan rahasia :

1. Pribadi jika Kita “memberi” kepada seseorang di luar penghargaan.

Rahasia jika Kita “menyembunyikannya” dari orang lain.

2. Pribadi jika Kita ingin ke kamar mandi, “ngupil” tanpa ingin dilihat orang lain, atau mencoba membelikan kado tanpa sepengetahuannya.

Rahasia jika Kita merasa bersalah mengenai sesuatu yang tidak dapat Kita ceritakan kepada orang lain/pasangan.

3. Pribadi adalah kualitas waktu atau saat teduh untuk sendirian.

Rahasia adalah kebohongan.

4.Pribadi adalah menahan informasi tentang Kita, menutupinya karena tidak menguntungkan  untuk pasangan dan Kita tidak ingin membaginya.

Rahasia adalah menahan informasi yang dapat mempengaruhi keberadaan pasangan/orla (keuangan, jiwa, fisik dan mental).

Ada orang yang perpandangan bahwa mereka harus membuka diri mereka sepenuhnya agar hubungan baru mereka benar-benar bersih. Dan ada yang sama sekali tidak memiliki hal-hal pribadi, ada yang begitu menutupinya sehingga mereka menyimpan semuanya karena takut tidak akan pernah ada pengampunan dan kelanjutan. (orang yang terakhir adalah orang-orang yang benar-benar menjadikan segalanya rahasia).

Dalam kehidupan setiap kita pasti ada sisi/bagian yang cacat dan menyedihkan, bahkan ada yang begitu tragis. Hal-hal seperti inilah yang akan membentuk manusia yang mempunyai sifatnya selalu ingin tahu apa yang sedang Kita lakukan, katakan, baca, tulis, dan sekarang bersama siapa. Jika mereka tidak memperoleh informasi yang bisa menyakinkan, mereka akan segera membayangkan yang terburuk secara berlebihan dan salah mengartikan segala sesuatu sehingga menimbulkan argument dan frustasi. Ck ck ck ck …itu karena mereka merasa tidak aman, takut atas penilaian, penolakan atau kehilangan penguasaan diri, sehingga mereka menjadikan segala sesuatunya begitu rahasia dalam keputusan, mencoba menyimpan semuanya, dengan tujuan untuk menghindari rasa luka.

Berikut adalah kisah tentang pengalaman yang dialami oleh teman dan pasangannya yang memiliki ketakutan dari masa lalunya, ketika saya baca cerita ini saya menemukan sesuatu disana, saya harap anda juga bisa menemukan suatu pengalaman disana…

“Meskipun kami masih menikah dalam usia sangat dini, kami bertahan melalui tahun-tahun yang sukar, yang didasarkan pada hal-hal pokok berikut ini, pribadi vs rahasia. Pada awalnya suami saya sangat bermasalah dengan hal-hal yang bersifat pribadi dan selalu merasa diserang saat ia tidak lagi dapat menyimpan segala sesuatunya sendirian. Akhirgnya ia belajar untuk melepaskannya dan membiarkan saya masuk. Saya pun belajar ada beberapa hal harus tetap bersifat pribadi , karena mengatakan segala sesuatu secara terang-terangan bisa cukup merusak. Dalam waktu singkat, suami saya menjadi satu-satunya pasangan seksual yang pernah saya miliki. Sebelum kami bertemu, suami saya memiliki pasangan lain. Jadi, dia harus memilih untuk merahasiakan hal seperti ini karena jika ia menceritakannya kepada saya maka hubungan kami tidak akan berkembang dan akan lebih sering membawa kepedihan.

Mengerti akan adanya ruang untuk hal-hal pribadi tanpa menjadikannya sebagai rahasia yang bersifat menghancurkan, mendatangkan perubahan dalam rumah tangga kami. Dia merasa aman dan sekarang banyak hal tentang dirinya yang diceritakan kepada saya dan saya merasa lebih aman jika saya menyadari bahwa ada hal-hal yang tidak perlu saya ketahui.

Woe.. penyelesaian yang sangat baik untuk teman saya dan pasangannya. Suaminya berubah dan mempercayakan rahasia-rahasianya, mereka aman dalam kasih sayang dan diterima secara utuh dirinya yang sebenarnya. Istrinya telah berubah dengan mempercayai cintanya tanpa perlu penjelasan terus-menerus sehingga suaminya dapat menyimpan hal-hal pribadi. Inilah yang harus kita raih dan seimbangkan dalam proses hubungan masing-masing kita. (jangan berhenti untuk menjalani hidup lebih bijak )

Mampu menerima keterbatasan orang lain, kejelekan dan masalah yang sudah lewat adalah tanda bahwa orang tersebut memiliki emosi yang sehat dan mental positif. Sikap ini dibutuhkan untuk menjalin hubungan yang berkualitas. Tiap orang harus mampu menjaga perasaannya sendiri dan juga berbagi hal dalam kehidupan masing-masing bersama pasangan kita.

-Ending to part one-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s