Hosh..hosh…(Nafas memburu)


 

 

 

 

Aku sedang terburu-buru.

Aku berlari lewat ruang tengah rumah kami dengan pakaian terkerenku, dengan penampilan terbaikku di awal minggu ini. aku setengah berlari karena sudah terlambat. Nenek ku, Cong Siat Moi yang berusia 83 tahun sedang duduk dimeja kerja ku, ku dengar dia berdoa untuk keselamatan kerja ku dan seisi rumahku.

Aku terburu-buru, tetapi suara kecil dalam hatiku berkata “STOP”

Maka aku berhenti. Aku melihat nenek ku dan menunggu beliau berhenti. aku memandangnya dalam ,ku ciumi kedua pipinya sambil  mengucapkan terima kasih karena telah berdoa untuk ku dan seisirumahku.

Nenek ku bangkit dan berlalu menuju kamarnya, aku terpaku . Aku yang masih muda dan sehat , Nenek yang sudah menua tetapi beliau yang tak berhenti-hentinya berdoa untukku. Aku diam seandai aku tadi terburu-buru dalam hidup  ku pasti aku akan kehilangan saat itu. kehilangan waktu dimana saat-saat terpenting dalam hidupku yaitu” mengucapkan terima kasih kepada orang yang begitu perhatian dan menyayangi ku”…

ucapan terimakasih kepada mereka yang mengasihi kita tidak bisa dituliskan dalam CV atau piagam2, tetapi aku ingin itu ditulis dalam memory bahwa aku sangat dicintai oleh my granma🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s